kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ??
Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya  :| |:
Ajangkita Forum -> Filsafat, Ketuhanan & Isme

#1: kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ?? Pemasang: buLiL(^.~)Lokasi: KediamanOjRow PostingDikirim: 10 Mar 2008 12:30 pm
    ----

Mencoba sharing..
Tentang Filsafat..

Aku mulai tertarik dg Filsafat smenjak klas 2 SMA
dan memang begitu, paradigma ku ttg Filsafat adl mereka yg Atheis atau setidaknya mencari jawaban akan eksistensi Tuhan..

Lalu, ketika aku mulai kuliah, tiba-tiba disuguhi mata kuliah Filsafat...

waah..

Dari kuliah itu, paradigma ku ttg FILSAFAT, berubah total..total!!

Dari asal katanya sendiri, filsafat berarti "kebijaksanaan berpikir"
lebih jauh lagi, filsafat adalah berpikir mendalam ttg segala sesuatu..

Filsafat adl nenek moyang dari semua cabang ilmu seperti kimia, biologi,dll karena memang filsafat muncul pertama kali...

Berpikir secara filsafat..
misalnya..
Ketika dulu Newton, kejatuhan buah Apel, tiba2 dia berpikir. "Apa yg menyebabkan apel ini jatuh ke bawah??"
Berpikir seperti ini disebut filsafat..
Lalu untuk menjawab pertanyaan Newton tadi, lahirlah ilmu fisika..
Jelaslah kenapa buah Apel itu jatuh ke bawah, karena gravitasi tadi...

Tapi, kenyatannya sekarang..
Filsafat berhubungan hampir selalu dg keraguan akan eksistensi Tuhan.

Jaman dahulu, seorang tokoh filsafat pernah berpikir kayak gini : "Filsafat itu harus memisahkan antara Tuhan dg Ilmu Pengetahuan",
karena memang cara berpikir orang jaman itu, klo sesuatu tdk bs dibuktikkan dg nyata, maka dia tidak ada..

Tapi, itu dahulu..
jaman ketika mikroorganisme belum ditemukan..
Tuhan, memang tdk akan pernah bisa kita capai (keberadaan zatnya)
Tapi, tanda-tandanya telah cukup menyoratkan akan keberadaannya??

Emang ada yang bisa nyiptain bumi, trus nyiptain palnet, trus menetapkan sumbu kemiringan bumi sedemikian rupa shg kita mendapat panas yang cukup, atau ada yg bisa menciptakan Galaksi Bima sakti dan nempatin bumi di tepi dari bima sakti supaya manusia bisa mengambil pelajaran?

Atau alam sendiri yang berbuat demikian..

Maka, kenapa alam bisa berpikir untuk menciptakan manusia lengkap dengan kehebatan secuil bagian manusia yang namanya sel.
Manusia punya sel, dan sel itu punya gen untuk memusnahkan tumor, sel punya kemampuan untuk mengenali benda asing dan kemudian membunuhnya...

Sel itu bergerak atas inisiatif siapa??

Bodohlah manusia bila dia berpikir adalah seseorang yang hebat..

karena ketika aku belajar tentang sel manusia itu sendiri, aku semakin sadar betapa bodoh dan sedikitnya ilmu ini...

Yup..sekedar sharing..
supaya filsafat tidak selalu diidentikkan dg "mengingkari Tuhan"?

karena hakikat filsafat memang tidak seperti itu..

maaf klo ada yg tersinggung..
semoga bisa menjadi sedikit bahan pemikiran bersama..

ditunggu kritisinya yaaa senang sekali

#2: Re: kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ?? Pemasang: kekinianLokasi: jakarta PostingDikirim: 10 Mar 2008 03:10 pm
    ----

Kutipan:
kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ??


Kutipan:
karena hakikat filsafat memang tidak seperti itu..



apa ya?

#3:  Pemasang: reptalic PostingDikirim: 10 Mar 2008 03:25 pm
    ----

Tuhan itu berhala bebuyutan yang berevolusi dari masa ke masa. Berangkat dari kognitif manusia purba sebagai binatang sosial mengenai "jantan dominan", trus animisme, trus dogmatisme, trus filosofi tuhan bukan tuhan, and so on. The same old song. Cuma dirumit-rumitkan, padahal awalnya sederhana.

#4:  Pemasang: Oni Asharri RasyadLokasi: Jakarta PostingDikirim: 10 Mar 2008 07:04 pm
    ----

Kutipan:
Berpikir secara filsafat..
misalnya..
Ketika dulu Newton, kejatuhan buah Apel, tiba2 dia berpikir. "Apa yg menyebabkan apel ini jatuh ke bawah??"
Berpikir seperti ini disebut filsafat..

kalau yang berfilsafat setelah kejatuhan buah apel bukan seseorang yang punya dasar ilmu-ilmu alam.... bisakah dia membangun rumusan untuk menjelaskan jatuhnya buah apel?

Kutipan:
Lalu untuk menjawab pertanyaan Newton tadi, lahirlah ilmu fisika..
Jelaslah kenapa buah Apel itu jatuh ke bawah, karena gravitasi tadi...

informasinya salah nih... ilmu fisika tidak dibuat oleh Newton.... melainkan Kalkulus.

soal Filsafat indentik dengan "Pengingkaran Tuhan".... karena filsafat udah kehabisan topik akibat spesialisasi ilmu-ilmu yang tadinya dianggap bagian Filsafat....

#5:  Pemasang: buLiL(^.~)Lokasi: KediamanOjRow PostingDikirim: 11 Mar 2008 11:15 am
    ----

Kutipan:

kalau yang berfilsafat setelah kejatuhan buah apel bukan seseorang yang punya dasar ilmu-ilmu alam.... bisakah dia membangun rumusan untuk menjelaskan jatuhnya buah apel?


wah..maap ya bung, Anda salah kaprah
maksudnya begini.
Newton ingin mengetahui kenapa buah Apel jatuh ke bawah, bukan ke atas?
(pikiran Newton yang ingin tahu sebab jatuhnya buah apel ke bawah ini adlah filsafat, kan filsafat adl memikirkan segala sesuatu secara mendalam)
nah, gara-gara itu, tergeraklah manusia untuk membuktikkan sebab jatuhnya buah apel ke bawah.
dan jawabnya adalah karena gravitasi..
dan ilmu yang membantu menjawab pertanyaan itu adalah fisika.

Kutipan:

informasinya salah nih... ilmu fisika tidak dibuat oleh Newton.... melainkan Kalkulus


Yup, saya jg kagak ngerti siapa yg nemuin ilmu fisika?
hanya mencoba menjelaskan korelasi filsafat dg ilmu lain,
juga mencoba menjelaskan bahwa filsafat adalah bakal dari semua cabang ilmu..

begitu.. senang sekali

#6:  Pemasang: kunderempLokasi: Jakarta PostingDikirim: 12 Mar 2008 01:10 am
    ----

mengutip wikipedia
Kutipan:
No single definition of philosophy is uncontroversial.The field has historically expanded and changed depending upon what kinds of questions were interesting or relevant in a given era

Tidak ada satupun definisi filsafat yang tidak kontroversial. Bidang ini sedari dulu berkembang dan berubah-ubah tergantung pertanyaan yang menarik atau relevan pada masing-masing kurun waktu.



Sekarang bahas contoh yang diberikan
Kutipan:
Berpikir secara filsafat..
misalnya..
Ketika dulu Newton, kejatuhan buah Apel, tiba2 dia berpikir. "Apa yg menyebabkan apel ini jatuh ke bawah??"
Berpikir seperti ini disebut filsafat..
Lalu untuk menjawab pertanyaan Newton tadi, lahirlah ilmu fisika..
Jelaslah kenapa buah Apel itu jatuh ke bawah, karena gravitasi tadi...


Sebenarnya, gravitasi sudah dikenal dari semenjak zaman Aristotles bahkan percobaan empirik mengenai gravitasi sudah dilakukan oleh Galileo Galilei untuk membantah pendapat Aristotles.

Yang dilakukan Isaac Newton adalah, menyatukan percobaan Galileo-Galilei dan menghubungkannya dengan pengamatan Tyco Brahe dan Keppler. Pada saat itu, nama fisika memang masih disebut filsafat alam (Natural Philosophie) namun sekarang biasanya sudah tidak dianggap bagian dari fisika.

Kalau kata seorang seorang dosen jurusan Fisika UGM, dosanya Galileo adalah, menambah rumus hihihi...... Tentu saja bukan berarti fisika lepas total dari filsafat. Teori dasar filsafat, yakni "logika" kadang-kadang masih digunakan untuk pembuktian.

Zamannya Socrates, Plato, dan Aristotles, filsafat tidak dimaksudkan membuktikan ada atau tidak adanya Tuhan. Memang dalam argumen Sokrates, polyteisme tampak menggelikan tetapi Sokrates tidak bermaksud meruntuhkan kepercayaan polyteisme (berbeda dengan yang mungkin dipercayai beberapa orang, tidak ada tanda-tanda Sokrates adalah monoteis).

Mungkin kadang-kadang tampak ada pertanyaan filsafat yang berkaitan dengan Tuhan, misalnya 'kehendak bebas' (sering jadi tema di masa lalu oleh filsuf kristiani) tetapi bukan berarti pertanyaan tersebut menyangkal keberadaan Tuhan. Bahkan dalam kondisi sekuler pun, pertanyaan tersebut masih tetap relevan, apakah manusia punya kehendak untuk menjadi dirinya sendiri ataukah terbentuk oleh lingkungan atau bahkan oleh gen.

Tentu saja, ada yang menyalahgunakan logika untuk hal-hal yang menyangkut keagamaan, dan seringkali untuk masalah-masalah remeh gak penting (seperti apakah Quran adalah mahluk ataukah kalam). Padahal dari semenjak dari zaman kakek guru Aristoteles (pencipta ilmu Logika), alias Sokrates, terbukti bahwa pertanyaan bisa diajukan berputar-putar ( 'apakah perbuatan disebut baik karena dewa menyukainya ataukah dewa menyukai perbuatan tersebut karena baik?').

Filsafat justru sekarang trend-nya lagi ke ilmu sosial....
dari zamannya JJ Roseau, Marx, dsb....

Coba deh pelajari aliran-aliran seperti utilitarianisme, deontologi, post-modernisme, eksistensialisme.

Trus kiblat jangan ke Barat melulu... sekali-kali ke Timur..
http://iccsg.wordpress.com/2006/09/04/rangkuman-filsafat-cina/
dan beberapa hal, Tiongkok sudah mendahului barat.. Sebelum ada Machiavelli, di Tiongkok sudah ada Fa Jia.

#7:  Pemasang: sariwangi PostingDikirim: 12 Mar 2008 09:07 am
    ----

tapi boleh dibilang asal muasal keberadaan filsafat memang untuk membuktikan keberadaan tuhan... (yaitu dipertanyakan oleh socrates)

#8:  Pemasang: kunderempLokasi: Jakarta PostingDikirim: 13 Mar 2008 02:03 am
    ----

sariwangi menulis:
tapi boleh dibilang asal muasal keberadaan filsafat memang untuk membuktikan keberadaan tuhan... (yaitu dipertanyakan oleh socrates)

Nope....
Yang perlu dicatat dalam mempelajari Sokrates adalah, Sokrates tidak pernah membuat kesimpulan apa-apa kecuali masalah keabadian jiwa setelah mati dan itupun tidak ada hubungannya dengan keberadaan Tuhan. Dan mungkin itu satu-satunya yang dipercaya Sokrates.

Sisanya, murid-muridnya Sokrates menempuh jalannya sendiri-sendiri.

Seperti yang kutulis sebelumnya, "dalam argumen Sokrates, polyteisme tampak menggelikan tetapi Sokrates tidak bermaksud meruntuhkan kepercayaan polyteisme". Dan Sokrates tidak mempertanyakan keberadaan Tuhan melainkan definisi "perbuatan baik", dan pertanyaan tersebut masih relevan hingga ke filsafat masa sekarang seperti Post-Modernisme, Deontologi, Utilitarianisme. Dan pertanyaan yang sama juga muncul di filsafat Cina, baik Ru Jiao (Kong Hu Cu), Taoisme, Moisme, sampai Fa Jia (Legalisme).

#9:  Pemasang: sariwangi PostingDikirim: 13 Mar 2008 10:37 am
    ----

kunderemp menulis:
sariwangi menulis:
tapi boleh dibilang asal muasal keberadaan filsafat memang untuk membuktikan keberadaan tuhan... (yaitu dipertanyakan oleh socrates)

Nope....
Yang perlu dicatat dalam mempelajari Sokrates adalah, Sokrates tidak pernah membuat kesimpulan apa-apa kecuali masalah keabadian jiwa setelah mati dan itupun tidak ada hubungannya dengan keberadaan Tuhan. Dan mungkin itu satu-satunya yang dipercaya Sokrates.

Sisanya, murid-muridnya Sokrates menempuh jalannya sendiri-sendiri.

Seperti yang kutulis sebelumnya, "dalam argumen Sokrates, polyteisme tampak menggelikan tetapi Sokrates tidak bermaksud meruntuhkan kepercayaan polyteisme". Dan Sokrates tidak mempertanyakan keberadaan Tuhan melainkan definisi "perbuatan baik", dan pertanyaan tersebut masih relevan hingga ke filsafat masa sekarang seperti Post-Modernisme, Deontologi, Utilitarianisme. Dan pertanyaan yang sama juga muncul di filsafat Cina, baik Ru Jiao (Kong Hu Cu), Taoisme, Moisme, sampai Fa Jia (Legalisme).


anda benar, yang dipertanyakan bukan tuhan, tapi tentang moral

#10:  Pemasang: nduguLokasi: pojokan PostingDikirim: 14 Mar 2008 02:39 am
    ----

filsafat memang sebenarnya topik yang sangat luas. apa aja juga bisa termasuk filsafat. tapi mungkin karena kondisi lingkungan hidup kita yang sangat erat dengan agama, maka filsafat selalu diidentikkan dengan agama ato tuhan. lha, subforum filsafat di AK ini kan sebenarnya awalnya hanya berdiri sebagai forum filsafat, bukan agama (sudah ada DAA sana). tapi tetep aja ujung2nya masi ditambah2in embel "fisalfat, ketuhanan dan isme." hihihi.....

filsafat identik dengan pengingkaran tuhan (yang berarti berhubungan dengan agama), karena filsafat memang cenderung mengajarkan untuk seseorang berpikir kritis, selalu bertanya, dan mengembangkan suatu pikiran. sedangkan agama? jangan mempertanyakan tuhan deh, masuk neraka bo. menurutku itu mekanisme defens agama yang kuatir akan umatnya yang terlalu banyak mempertanyakan dan meragukan tuhan maupun agama, dan ntar tidak mempedulikan agama lagi. dan tidak harus agama aja, ideologi2 juga ada yang demikian. pemerintah2 di banyak negara seperti china, korea utara, dll, juga melakukan mekanisme defens yang sama.

agama memang bagian dari filsafat, tapi filsafat tidak hanya melulu mengenai tuhan dan agama, tapi banyak juga hal2 sosial laennya yang sebenarnya juga merupakan filsafat, bahkan hal2 yang simpel sekalipun, seperti pertanyaan klasik "yang mana dulu, ayam ato telor?". hanya sayangnya, banyak orang yang selalu terintimidasi dulu oleh filsafat, padahal dalam kesehari2annya, siapapun pasti berfilsafat, disadari maupun tidak.

#11:  Pemasang: minus273KLokasi: Di sini, di batu ini PostingDikirim: 14 Mar 2008 08:00 am
    ----

Filsafat tidak identik dengan pengingkaran Tuhan, tetapi membuka kemungkinan untuk mempertanyakan Tuhan. Inilah yg para pengajar agama cenderung alergi.

#12: Re: kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ?? Pemasang: FrontlineLokasi: INA PostingDikirim: 14 Mar 2008 06:27 pm
    ----

kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ??

.... padahal yg identik dgn pengingkaran Tuhan ya gak hanya filsafat.

Saya sich tidak menganggap pengingkaran tuhan karena filsafatnya. Karena ekonomi pun dapat mengingkari tuhan. Science juga, ada yg mengagumi tuhan demi melihat uniformity of nature di mana science menjadi mungkin dikembangkan, tetapi ada juga yg justru memungkirinya.

Pengingkaran tuhan dapat terjadi di segala bidang, gak peduli itu filsafat (wilayah pikiran), ataupun olahraga (wilayah fisik). Jangan lupa, kita sebenarnya malah sering mengingkari tuhan di dalam tindakan lebih dari pada di dalam pikiran. Banyak orang yg setuju di dalam hatinya/pikirannya tuhan itu ada tapi secara praktis jarang berdoa. Jauh lebih banyak atheis praktis dari pada filsuf yg atheis.

#13:  Pemasang: nduguLokasi: pojokan PostingDikirim: 14 Mar 2008 11:02 pm
    ----

apa sih atheis praktis dan filsuf atheis?

#14: Re: kenapa FILSAFAT identik dg "Pengingkaran Tuhan" ?? Pemasang: FrontlineLokasi: INA PostingDikirim: 15 Mar 2008 04:39 pm
    ----

Atheis praktis:
secara luas adalah orang orang yg mengaku percaya tuhan, pikirannya setuju akan keberadaan tuhan tetapi tindakannya sehari-hari sama sekali gak mencerminkan kepercayaannya itu. Ia mengisolasi tuhan hanya pada perkara individual dan ritual. Seolah-olah tuhan gak ada hubungannya dengan perkara hidup sehari-hari. Ia bisa khusuk berdoa saat di gereja tetapi di kantor secara sengaja me-mark up budget proyek.

Di Indonesia atheis praktis pasti banyak. Kita negara religius (mengakui tuhan) tetapi sayangnya negara peringkat 3 terkorup.

Filsuf atheis:
adalah filsuf (profesional, hidup dari dan untuk filsafat, biasanya scholar) yg tidak memercayai tuhan (ataupun ide2 absolut; menyebut nama para relativis & postmodernis kontemporer, misalnya: Derrida, Foucoult, Llyotard, dll atau modernis kontemporer: Gordon Stein, Michael Martin, dll, skeptisis: JL Mackie, dll). Pemikiran filsuf a-theis didedikasikan dan diperkembangkan ke segala bidang (ekonomi, sains, agama, budaya, etis, politik, dll) kepada ketiadaan absolut yg berpribadi seperti figur absolut dalam agama2.

(Saya meng-exclude para humanis a-theis seperti milyuner Bill Gates & Warren Buffet dari kategori filsuf atheis).

#15:  Pemasang: nduguLokasi: pojokan PostingDikirim: 15 Mar 2008 05:22 pm
    ----

tapi bukankah arti atheist sendiri secara literal adalah tidak mempercayai keberadaan tuhan? menurutku definisi pertama kamu yang "atheis praktis" seharusnya disebut "theis praktis", karena mereka intinya mempercayai keberadaan tuhan (theist), tapi tidak mengikuti agama apapun, ato mungkin mengikuti agama tapi tidak religius (istilah populernya, agama ktp). sedangkan a-theist ato non-theist, adalah kebalikan theist, di mana tidak mempercayai keberadaan tuhan sama skali.



Ajangkita Forum -> Filsafat, Ketuhanan & Isme

Zona waktu menurut GMT +7 Jam

Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya  :| |:
Halaman 1 dari 2

Powered by phpBB © 2001, 2005 phpBB Group