Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan
Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya  :| |:
Ajangkita Forum -> Sekitar Kita

#1: Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan Pemasang: tezarLokasi: Baker Street 221B PostingDikirim: 23 Agt 2009 03:32 pm
    ----

beneran nih, gara2 mie instan?
Kutipan:
MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.

Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.

Dua kali dipotong
Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.

Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.

Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….

Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.

Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Saat itu aku sedang hamil tiga bulan. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan bagian usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga membuat lubang anus sementara (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.

Utang belum lunas
Ternyata cobaan kami belum berakhir sampai di situ. Tiga hari kemudian, dokter menemukan masih ada bagian usus yang bocor. Mau tidak mau, Hilal harus kembali naik ke meja operasi dan merelakan sebagian ususnya lagi.

Jelas, aku dan suami sangat ingin Hilal sembuh. Namun, di sisi lain, penghasilanku sebagai buruh tidaklah seberapa. Setiap bulan, aku hanya bisa membawa pulang uang Rp 250.000 atau Rp 300.000 kalau lembur. Adapun suamiku penghasilannya tidak pernah menentu. Maklum, ia hanya kuli kasar di pabrik tahu di Bandung.

Sejak Hilal jatuh sakit, aku memutuskan berhenti bekerja. Alhasil, suamiku harus banting tulang mengerjakan pekerjaan apa pun asal menghasilkan uang. Kendati sudah bekerja begitu keras, rasanya sia-sia saja. Biaya operasi Hilal yang mencapai Rp 16 juta terasa begitu besar dan entah kapan bisa dilunasi. Apalagi, kami hanya punya waktu 10 hari untuk melunasinya. Untung pihak rumah sakit berbaik hati memberi kelonggaran waktu dua hari sehingga kami masih sempat meminjam uang ke beberapa keluarga dan tetangga.

Demi kesembuhan Hilal pula, kami harus lebih berhemat. Rumah kontrakan kami tinggalkan dan kami menumpang di rumah orangtuaku. Sebenarnya uang kontrakan rumah itu tidak terlalu besar, hanya Rp 300.000 per tahun, tapi tetap saja uang sebesar itu sangat berarti untuk biaya pengobatan Hilal.

Kata dokter, kolostomi di perut Hilal sudah bisa ditutup setelah tiga bulan. Namun, baru setelah delapan bulan kemudian, tepatnya 23 Juli 2009, operasi penutupan dilakukan. Apalagi kalau bukan masalah biaya. Itu pun bisa dilakukan karena kami dapat bantuan dari sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 14 juta.

source=http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/08/21/1238313/usus.dipotong.akibat.kebanyakan.mi.instan.1

#2:  Pemasang: aya_muayaLokasi: sEmArAng PostingDikirim: 23 Agt 2009 04:00 pm
    ----

perasaan dulu waktu sd, temen aya ada yang gemuk pisan, katanya tiap hari makan mi lebih dari dua porsi...tapi gak kedengaran dia mesti dioperasi tuh... wallahu alam...

#3:  Pemasang: deqzLokasi: Jakarta PostingDikirim: 23 Agt 2009 04:54 pm
    ----

ketahanan tubuh dan asupan gizi sangat berpengaruh pada tubuh setiap manusia. Setiap orang pasti tidak sama dalam hal-hal tersebut; bergantung kepada banyak hal tentunya.

Namun yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan pola hidup sehat; baik pola makan, pola minum, jenis makanan & minuman, serta olah raga yang dilakukan

#4:  Pemasang: ndableg PostingDikirim: 23 Agt 2009 06:38 pm
    ----

gw ampir tiap sarapan mah. indomie.. kadang cuman gw rendem aer panas malah. sistem kilat.

#5:  Pemasang: aya_muayaLokasi: sEmArAng PostingDikirim: 23 Agt 2009 08:00 pm
    ----

ya kan um dableg makannya udah gedean ini,...

#6:  Pemasang: gembelLokasi: kelapa indah PostingDikirim: 23 Agt 2009 09:49 pm
    ----

waduhhhh.... gaswat nih, tapi semoga ini hanya seperti um deqz nyatakan saja..

#7:  Pemasang: t3dd1rahardjoLokasi: Jakarta PostingDikirim: 23 Agt 2009 10:48 pm
    ----

Ada juga yg bilang bahwa mie instant itu dilapisi semacam lilin/plastik, jadi yang penting adalah air rebusan mie itu jangan di konsumsi.
Kalau mau mie kuah, masak lagi air panas terpisah sebagai kuahnya.

Kalau mie goreng lebih gampang, air rebusannya kan pasti dibuang.

#8: Re: Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan Pemasang: aa_kusuma PostingDikirim: 24 Agt 2009 01:01 am
    ----

Sepertinya ada faktor yang lebih dari sekedar mie instant. dan sayangnya kita ga tau. atau mungkin jangan2 si Hilal memang ga pernah makan makanan lainnya selain mie instant??

#9:  Pemasang: Liza AzdadLokasi: Blora, Jawa Tengah PostingDikirim: 24 Agt 2009 09:36 am
    ----

yah mana sih yang gak tergila2 mie instan, praktis, gurih, sedap tersenyum lebar

biasanya sih kalau Naoimi pengen mie, saya campur sayur, telur sama sosis, jadi gak mie aja, ada gizi lengkapnya...air rebusannya juga kuganti...seperti kata um teddy

so far sih baik2 aja...memang tidak tiap hari makan, walaupun sekarang aku kerja. Jadi sebelum berangkat sudah masak sedikit, atau bikin2 home made yang praktis tapi bergizi

Resiko ibu bekerja adalah, bangun lebih pagi buat masakin anak tersenyum lebar kalau gak mau repo ya bikin masakan yang bsia disimpen difreezer, ntar yang jagain anak tinggal goreng atau masak sesuai selera...

Urusan mie, karena memang suka, dibatasi 3 hari sekali aja...dan mewanti2 orang rumah buat gak banyak mengosumsi mie instan di depan dia tersenyum lebar

Kan ketahanan tubuh anak kecil sama orang dewasa lain...

#10:  Pemasang: deqzLokasi: Jakarta PostingDikirim: 24 Agt 2009 03:53 pm
    ----

t3dd1rahardjo menulis:
Ada juga yg bilang bahwa mie instant itu dilapisi semacam lilin/plastik, jadi yang penting adalah air rebusan mie itu jangan di konsumsi.
Kalau mau mie kuah, masak lagi air panas terpisah sebagai kuahnya.

Kalau mie goreng lebih gampang, air rebusannya kan pasti dibuang.



coba perhatikan sisa rebusan air mie instan, warna dan bahan yg menggumpal dari air rebusan itu berminyak dan baunya jg cukup khas


air rebusannya di buang dan di ganti dengan air biasa jg boleh tersenyum lebar

#11:  Pemasang: ga_genah PostingDikirim: 24 Agt 2009 04:26 pm
    ----

pernah sih dapat cerita dari seseorang yg di potong ususnya... dia bilang di potong ususnya sekitar 1 meter. orangnya skrg masih hidup, umurnya sekitar 40an skrg, tp kondisinya cukup kurus dibandingkan orang2 yg lain.
alasannya di potong ususnya juga krn makan mie instan.

ga tau teorinya. tp berdasarkan ceritanya orang itu, ususnya di potong karena makan mie instan menyebabkan sebagian ususnya, khususnya usus bagian paling bawah (mungkin usus besar kali ya...) tidak bekerja maksimal krn zat2 makanya sudah habis terserap di usus bagian atas. gitu sih alasannya... tp dia bilang yg penting ga makan mie 3x sehari aja. klo masih cuman 1x sehari ga pa2...

#12:  Pemasang: t3dd1rahardjoLokasi: Jakarta PostingDikirim: 25 Agt 2009 04:37 pm
    ----

Btw, menurut gue sampe sekarang gak ada mie instant yg bisa ngalahin enaknya Indomie Goreng...
Mau merek apapun dari negara manapun, paling enak Indomie Goreng hehehe... senyum

Kalo gak salah di luar negripun orang mengakuinya.

#13:  Pemasang: deqzLokasi: Jakarta PostingDikirim: 25 Agt 2009 07:25 pm
    ----

indomie goreng, rasa ayam bawang & rasa soto selamat ya!

#14:  Pemasang: cha_nLokasi: selalu di hatimu... PostingDikirim: 25 Agt 2009 11:06 pm
    ----

yak tul banget um teddi, favorit semua anggota keluarga tuh indomie goreng. number1 pokoknya

#15:  Pemasang: Liza AzdadLokasi: Blora, Jawa Tengah PostingDikirim: 26 Agt 2009 10:11 am
    ----

kog sama ya tersenyum lebar



Ajangkita Forum -> Sekitar Kita

Zona waktu menurut GMT +7 Jam

Pilih halaman 1, 2  Selanjutnya  :| |:
Halaman 1 dari 2

Powered by phpBB © 2001, 2005 phpBB Group