| Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya |
| Pemasang |
Pesan |
darmogandul Peringatan: 2 Anggota Setia


Sejak: 08 Des 2006 11:44 pm Posting: 980
|
|
|
|
|
Dakwah Fasis dalam Buletin Jum’at
By me
SAYA geli dan sekaligus jengkel, ketika secara tidak sengaja membaca selembar buletin Jum’at “Annaafi” edisi 17 Rajab 1430 H / 10 Juli 2009. Annaafi adalah lembar buletin Jumat yang terbit tiap minggu, dengan redaktur Ust. Drs. H. Ru’yat Hamidi, LC, penasihat dan dosen Korp. Mubaligh dan Mubalighoh Masjid Istiqlal Jakarta. Pada edisi tanggal tersebut, judul yang diangkat adalah “Kawan dan Lawan”, ditulis oleh Ummu Akbar.
Sekilas tidak ada yang aneh pada judulnya. Namun ketika isinya dibaca, terlihat jelas pandangan keislaman Ummu Akbar yang bercorak fasis, dengan menganggap bahwa musuh sejati umat Islam adalah orang kafir. Ya, “orang kafir”, tanpa ada penjelasan orang kafir seperti apa yang wajib dimusuhi oleh kaum Muslimin. Dalam salah satu paragrafnya Ummu Akbar juga menegaskan bahwa kawan sekaligus saudara “kita”, tentu saja sesama kaum Muslimin, dan lagi-lagi tanpa ada penjelasan kaum Muslimin seperti apa yang harus dianggap kawan dan saudara.
Untuk menjustifikasi pandangan sempitnya itu, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran. Antara lain adalah Al Mumtahanah 60, An-Nisa 101 & 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 dan Al Munafiqun 4. Penggalan-penggalan Al Quran tersebut sudah tentu “dipilih” Ummu Akbar seenak jidatnya sendiri, dengan tentunya mengabaikan konteks ayat tersebut dan ayat-ayat lain yang bernada toleran.
Dalam tulisannya, Ummu Akbar terlihat ingin membangun opini di kalangan pembaca Muslim bahwa umat Muslim itu adalah superior atas orang kafir (non-Muslim). Dan semua orang kafir itu adalah musuh Allah yang inferior baik di dunia maupun akhirat, sampai-sampai berteman dengan mereka pun tidak boleh. Hal ini dipertegas pada paragraf ketiga dalam tulisannya, “kita tidak boleh berteman dengan mereka, atau bahkan memberi bantuan walau hanya berupa dukungan moral, begitulah seharusnya sikap kita terhadap orang-orang kafir”. Lagi-lagi, tidak ada penjelasan sama-sekali orang kafir seperti apa yang wajib dimusuhi. Sehingga dari tulisannya itu tersirat bahwa seluruh orang kafir adalah musuh kaum Muslimin. Demikian pandangan Ummu Akbar yang memayungi dirinya dengan beberapa ayat Al Quran di atas.
Pandangan demikian mengingatkan kita pada fasisme Hitler dan Kaisar Jepang pada PD II. Bedanya, Hitler dan Kaisar Jepang menggunakan “ras” sebagai simbolisme atau “lem perekat”. Sementara Ummu Akbar dan kaum Islamis sejenis menggunakan “agama”.
Hitler dan Kaisar Jepang memandang bahwa bangsa di luar ras mereka adalah musuh yang inferior, yang harus tunduk-takluk kepada mereka. Demikian pula pandangan Ummu Akbar dan kelompok Islamis sejenis, mereka memandang bahwa umat di luar agama adalah musuh yang inferior dan harus ditundukkan.
Adanya simbologi sebagai lem perekat demikian adalah salah satu ciri ideologi fasis. Hal tersebut dibangun untuk membuat masyarakat percaya bahwa kelompok mereka lebih unggul dari kelompok lain, sehingga mudah dimobilisir oleh penguasa. Sebagaimana Hitler dan Kaisar Jepang menganggap “ras” mereka lebih unggul ketimbang ras lain, maka demikian juga Ummu Akbar dan kaum Islamis sejenis, menganggap kelompok agama mereka lebih unggul dan mulia ketimbang umat agama lain.
Propaganda fasis juga memiliki ciri khas lain: yaitu menjual kewaspadaan atas ancaman dari luar (baik yang benar-benar ancaman, maupun yang sekedar diada-adakan). Saya pikir sudah bukan rahasia, bahwa kelompok Islamis kerap kali menjadikan “barat” --dengan elemen-elemennya yaitu Nasrani, Yahudi, dan sekuler-ateis-- sebagai musuh yang senantiasa mengancam kaum Muslimin. Berbagai cara selalu dilakukan untuk menyalahkan “barat” atas segala penderitaan umat Muslim. Seringkali sikap ini begitu berlebihan sehingga membuat mereka lupa terhadap kezaliman yang diperbuat oleh sesama saudara Muslim sendiri.
Mari kita berprasangka baik terhadap ajaran agama Islam yang “rahmatan lil alamin”. Namun sebaiknya “prasangka baik” ini jangan sampai membuat kita tenggelam terhadap materi-materi dakwah sebagaimana tersaji dalam buletin Jum’at di atas. Bagaimana pun, fasisme adalah musuh peradaban modern yang bebas, egaliter dan manusiawi.
Sangat disayangkan jika masyarakat Muslim tidak memiliki kepekaan terhadap dakwah-dakwah fasis seperti di atas, sehingga tulisan-tulisan manusia sejenis Ummu Akbar dapat melenggang bebas di masjid-masjid. Celakanya, tulisan tersebut mungkin menjadi inspirasi bagi jammaah yang “imannya” kurang kuat. Inilah cikal-bakal fundamentalisme Islam yang biasanya berujung pada aksi-aksi kekerasan fisik. Umat Muslim seharusnya sadar, bahwa musuh sejati mereka bukan “orang luar”, tapi penyakit hati dan rasa superior yang didakwahkan oleh saudara mereka sendiri. []
Dibahas juga di sini:
http://ishaputra.multiply.com/journal/item/53
|
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
liman seto
Moderator of This Forum


Sejak: 27 Jan 2006 10:34 pm Posting: 1791 Lokasi: BINTARO JAYA
|
|
|
|
|
Dan itu adalah merupakan kesimpulan anda atas buletin yg anda sebut itu, both merupakakan opini anda !!! meski itu anda bilang buletin bikinan orang lain !!!!
Terus netter suruh komen pakai informasi itu gitu ??? Sama saja dengan menuduh fasis orang tanpa memberi ruang untuk membela diri wong sumbernya dikangkangin dari satu "pandangan" !!! Absurd !
|
_________________ BACALAH, BACALAH,....................
DIA ,YANG MENGAJARKAN MANUSIA DENGAN PERANTARAAN KALAM.
DIA ,YANG MENGAJARKAN MANUSIA APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA. |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
aya_muaya
Anggota Beken


Sejak: 17 Jul 2007 08:01 am Posting: 7777 Lokasi: sEmArAng
|
|
|
|
|
fasis itu apa sih?
tapi kalau menurut aya, gak ada yang salah, musuh islam memang orang kafir, saudara islam ya sesama muslim... ya udah... emang bener kan? apa yang salah?
|
_________________ Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya." (Az Zukhruf 43:30) |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
dhimaz
Moderator of This Forum


Sejak: 01 Feb 2007 08:35 am Posting: 4908 Lokasi: tempat ngupi-ngupi
|
|
|
|
|
| darmogandul menulis: |
Dalam tulisannya, Ummu Akbar terlihat ingin membangun opini di kalangan pembaca Muslim bahwa umat Muslim itu adalah superior atas orang kafir (non-Muslim).
|
Menarik untuk ditanggapi apa yang disampaikan oleh TS. Namun sebelumnya melihat kutipan di atas bahwa anda sendiri yang menyamakan orang kafir dengan non muslim.
Apakah memang Ust. Drs. H. Ru’yat Hamidi, LC selaku penulis artikel tersebut menyebutkan bahwa kafir adalah non muslim (dalam hal ini penganut agama lain) ? (bisa anda buktikan dengan men-scan sebagian kalimat di atas). Saya kira ustadz sekaliber H. Ru'yat Hamidi tidak akan bersikap sembrono dengan menyebutkan bahwa kafir adalah non muslim.
Kalau memang dalam artikel tersebut tidak terdapat kalimat bahwa kafir adalah non muslim (hanya menyebutkan kafir saja), maka mindset anda selama ini yang masih beranggapan bahwa kafir sama saja dengan penganut agama lain , saya pikir anda perlu melakukan perubahan pola pikir tersebut.
Saya heran, kenapa sekarang ini ada semacam opini yang terus menerus dibangun yang menyatakan bahwa orang non muslim adalah kafir yang wajib diperangi, dimusuhi dan dijadikan warga kelas 2.
Memang kalau kita perhatikan, Kafir atau Kufar berasal dr kata dasar yang terdiri dari huruf "Kaf"; "Fa"; dan "Ra". Arti dasar dari kata ini adalah "tertutup" atau "terhalang". Perkembangan makna dari istilah ini adalah : terhalang/tertutup dari petunjuk Tuhan. Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti petunjukNya karena petunjuk tersebut terhalang darinya atau diri sendirinyalah yang bersikap tertutup dari petunjuk tersebut.
Menurut orang Islam paling awampun (yang pernah mendengar, belajar, membaca) Sirah Nabawiyah, orang Kafir adalah orang yang tertutup dari dakwah Nabi Muhammad dan mereka memusuhi dan menghalangi dakwah tersebut. Dalam salah satu ayat Al Qur'an disebutkan bahwa mereka sebenarnya tahu kebenaran dakwah tersebut namun karena ego dan kedudukan mereka memusuhi dengan sengit.
Kafir disini adalah orang-orang Quraisy (suku nabi sendiri) yang begitu memusuhi dakwah nabi.
Pada waktu Nabi hijrah di Madinah dan mengadakan perjanjian dengan suku-suku yahudi walaupun mereka non muslim apakah suku-suku Yahudi yang terlibat perjanjian dengan Nabi disebut Kafir walaupun mereka non muslim ? Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Nabi apakah digolongkan sebagai kelas 2? tidak. Mereka mempunyai hak yang sama dan kewajiban yang sama dengan kaum muslim. Ini adalah suatu prestasi yaqng mengagumkan, dimana Nabi berhasil mendamaikan suku-suku di Madinah yang selama ini saling bertikai.
|
_________________ Jazz iku sawijining rasa, luwih tinimbang liane. jazz dudu musik ananging bahasa...
[Enos Payne] |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
Liza Azdad
Anggota Beken


Sejak: 12 Apr 2005 12:14 pm Posting: 3562 Lokasi: Blora, Jawa Tengah
|
|
|
|
|
diurai diri di otak anda, yang disebut Kafir itu definisinya gimana... haduh, senengnya lempar bola panas...abis itu uti berminggu2 kalau udah kepepet
|
_________________ Looking to My Heart |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
darmogandul Peringatan: 2 Anggota Setia


Sejak: 08 Des 2006 11:44 pm Posting: 980
|
|
|
|
|
@ Liman Seto:
| Kutipan: | Dan itu adalah merupakan kesimpulan anda atas buletin yg anda sebut itu, both merupakakan opini anda !!! meski itu anda bilang buletin bikinan orang lain !!!!
Terus netter suruh komen pakai informasi itu gitu ??? Sama saja dengan menuduh fasis orang tanpa memberi ruang untuk membela diri wong sumbernya dikangkangin dari satu "pandangan" !!! Absurd ! |
Tata bahasa anda kacau balau, sukar dimengerti. Okelah, saya mencoba "meraba" tulisan anda. Semoga tidak salah memahami.
Tulisan saya di atas adalah pandangan saya setelah membaca buletin Jum'at yang dimaksud. Ya, sejak awal membaca saya sudah menilai bahwa ini "dakwah fasis". Dasar saya mengatakan seperti itu tentu saja, dari banyak bagian pada tulisan Ummu Akbar yang mensiratkan permusuhan terhadap siapapun "orang kafir", yang dijustifikasi oleh beberapa ayat Al Quran yang tentunya dia pilih seenak jidatnya sendiri. Saya sudah scan buletinnya, mungkin bisa anda lihat di jurnal saya: http://ishaputra.multiply.com/journal/item/53
Bisa di-klik untuk mendapatkan gambar yang lebih besar (saya set sisi terpanjang 500px, semoga bisa dilihat detail tulisannya). Nanti kalau ada waktu, saya upload di thread ini dalam resolusi yang lebih leluasa untuk dibaca.
Tanpa memberi ruang untuk membela diri? Ini fitnah tak berdasar. Jika anda tahu alamat email Ummu Akbar, berikan kepada saya dan nanti akan saya email keberatan saya. Atau, jika anda tak setuju dengan pandangan saya, silakan beri tanggapan kontra yang baik dan rasional.
By the way, bagaimana pun, kita semua harus terbuka pada realita dakwah-dakwah Islam bernada fasis yang marak dipropagandakan melalui tempat-tempat ibadah. Ini adalah cikal-bakal ekstrimisme Islam yang seringkali berujung pada kekerasan.
@ Aya Muaya:
| Kutipan: | | fasis itu apa sih? |
Sebuah paham (politik) yang menuntut ketundukan penuh masyarakat terhadap ideologi dan pemimpinnya. Fasisme bersifat totaliter dan memiliki "semangat kekelompokan" yang begitu tinggi, sehingga sampai-sampai memandang kelompok lain secara inferior.
Salah satu ciri fasisme adalah adanya simbologi sebagai "lem perekat" masyarakat. Seperti sudah dijelaskan di atas, Hitler dan Kaisar Jepang menggunakan "ras" sebagai simbol, sementara kelompok Islamis semacam Ummu Akbar menggunakan "agama".
Fasisme memiliki kecenderungan ekspansi. Lihat Hitler dan Jepang pada PD II, bagaimana mereka berekspansi menguasai Eropa dan Asia. Di dunia Islam, ada organisasi HT yang bercita-cita mendirikan sebuah "Khilafah Islam". Dari propagandanya ada kecenderungan kemiripan karakteristik HT dengan fasisme Hitler dan Kaisar Jepang pada PD II. Dalam konsepnya, Khilafah Islam juga bersifat ekspansionis.
Fasisme berimplikasi pada adanya "pembagian kelas sosial". Jaman Hitler, di Jerman ras Arya menempati kelas sosial nomor 1. Begitu juga dalam Khilafah Islam, negara membagi warganya menjadi dua kelompok: Muslim dan Ahludzimmah.
| Kutipan: | | tapi kalau menurut aya, gak ada yang salah, musuh islam memang orang kafir, saudara islam ya sesama muslim... ya udah... emang bener kan? apa yang salah? |
Apa yang dimaksud "memusuhi" di sini? Dan orang kafir macam apa yang "dimusuhi" oleh Muslim?
Begitu juga sebaliknya, Muslim seperti apa yang layak dijadikan teman?
Dalam tulisan tersebut, saya mengkritik pemikiran Ummu Akbar yang fasis yang saya nilai keliru. Namun jika Islam membenarkan pemikiran Ummu Akbar tersebut, maka saya berani bilang bahwa Islam adalah agama yang fasis dan keliru.
@ Dhimaz:
Buletin Jum'at itu ditulis oleh Ummu Akbar, bukan Ust. Drs. H. Ru'yat Hamidi LC.
Mengenai istilah "kafir", anggaplah anda benar, itu tidak merubah pandangan saya terhadap tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at tersebut. Sebab yang saya permasalahkan bukanlah ideal penafsiran Islam, melainkan tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at di atas.
Seperti sudah saya tulis di atas, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran untuk membenarkan pandangan fasisnya itu. Dia mengutip Al Mumtahanah 60, An-Nisa 101 & 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 dan Al Munafiqun 4. Tentunya di rumah anda punya Al Quran, jadi cek saja sendiri. Saya kira saya tidak perlu menjabarkan satu-per-satu teks ayat tersebut.
Kombinasi ayat-ayat Al Quran tersebut, ditambah lagi tulisan Ummu Akbar, JELAS MENSIRATKAN bahwa yang dimaksud "kafir" oleh penulis adalah orang-orang yang tidak mau menerima Islam sebagai kebenaran, termasuk di antaranya orang non-Muslim. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al Maidah 51 yang dikutip Ummu Akbar:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
| Kutipan: | | Memang kalau kita perhatikan, Kafir atau Kufar berasal dr kata dasar yang terdiri dari huruf "Kaf"; "Fa"; dan "Ra". Arti dasar dari kata ini adalah "tertutup" atau "terhalang". Perkembangan makna dari istilah ini adalah : terhalang/tertutup dari petunjuk Tuhan. Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti petunjukNya karena petunjuk tersebut terhalang darinya atau diri sendirinyalah yang bersikap tertutup dari petunjuk tersebut. |
Bukankah orang non-Muslim itu juga dipandang "tertutup" bagi kebenaran Islam yang bersumber dari Al Quran?
| Kutipan: | | Menurut orang Islam paling awampun (yang pernah mendengar, belajar, membaca) Sirah Nabawiyah, orang Kafir adalah orang yang tertutup dari dakwah Nabi Muhammad dan mereka memusuhi dan menghalangi dakwah tersebut. Dalam salah satu ayat Al Qur'an disebutkan bahwa mereka sebenarnya tahu kebenaran dakwah tersebut namun karena ego dan kedudukan mereka memusuhi dengan sengit. |
Orang Islam yang awam umumnya memandang bahwa non-Muslim itu ya kafir! Nggak usah sok mengklarifikasi, lha wong kenyataannya begitu.
Bukankah non-Muslim juga dipandang "tertutup"?
| Kutipan: | | Kafir disini adalah orang-orang Quraisy (suku nabi sendiri) yang begitu memusuhi dakwah nabi. |
Lha kafir Quraisy itu Muslim apa non-Muslim? Nampaknya anda yang harus diluruskan pemikirannya, bahwa kalau bicara non-Muslim itu tidak hanya Nasrani dan Yahudi saja, tetapi juga orang Buddha, Hindu, ateis, dan seterusnya.
| Kutipan: | | Pada waktu Nabi hijrah di Madinah dan mengadakan perjanjian dengan suku-suku yahudi walaupun mereka non muslim apakah suku-suku Yahudi yang terlibat perjanjian dengan Nabi disebut Kafir walaupun mereka non muslim ? Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Nabi apakah digolongkan sebagai kelas 2? tidak. Mereka mempunyai hak yang sama dan kewajiban yang sama dengan kaum muslim. Ini adalah suatu prestasi yaqng mengagumkan, dimana Nabi berhasil mendamaikan suku-suku di Madinah yang selama ini saling bertikai. |
Jika benar-benar setara, apakah Yahudi punya hak untuk menjadi pemimpin umat?
|
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
dhimaz
Moderator of This Forum


Sejak: 01 Feb 2007 08:35 am Posting: 4908 Lokasi: tempat ngupi-ngupi
|
|
|
|
|
| darmogandul menulis: |
Buletin Jum'at itu ditulis oleh Ummu Akbar, bukan Ust. Drs. H. Ru'yat Hamidi LC.
|
terimakasih atas koreksinya
| darmogandul menulis: |
Mengenai istilah "kafir", anggaplah anda benar,
|
ok, saya catat
| darmogandul menulis: |
itu tidak merubah pandangan saya terhadap tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at tersebut. Sebab yang saya permasalahkan bukanlah ideal penafsiran Islam, melainkan tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at di atas.
Seperti sudah saya tulis di atas, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran untuk membenarkan pandangan fasisnya itu. Dia mengutip Al Mumtahanah 60, An-Nisa 101 & 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 dan Al Munafiqun 4. Tentunya di rumah anda punya Al Quran, jadi cek saja sendiri. Saya kira saya tidak perlu menjabarkan satu-per-satu teks ayat tersebut.
|
Semua pandangan terhadap anda terhadap tulisan tersebut itu sepenuhnya hak anda. Tapi waktu menulis tentunya penulis berangkat dari ideal penfasiran Islam.
Ok, coba kita lihat :
1. QS Al Mumtahanah ada 13 ayat, ayat ke berapa yang dikutip?
2. QS An-Nisa 101 :
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
adalah kewajiban shalat dalam keadaan bagaimanapun
QS An-Nisa
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu , dan manusia dijadikan bersifat lemah.
tidak ada hubungannya dengan kafir dan non kafir, ayat tersebut membahas mengenai seseorang yang boleh menikahi budak bila telah cukup syarat-syaratnya.
QS Al Maidah 51
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Ini ayat yang paling sering disalahpahami dan dipelintir , kalau dalam intern ummat Islam masih ada pemimpin yang bagus dan amanah kenapa harus mengangkat pemimpin dari golongan lain?
Di negara cina, pemimpinnya adalah komunis. Di Amerika, pemimpinnya adalah kristen, di India pempinnya adalah Hindu, di Thailand pemimpinnya adalah budha, di Aceh waktu pilkada gubernurnya Muslim, di Bali waktu pilkada gubernurnya Hindu, di Papua waktu pilkada bisa dipastikan gubernurnya adalah Kristen.
Al Hujurat ayat 10
10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
ya pasti toh? sesama orang beriman bersaudara dan anjuran untuk bersilaturahmi sesama.
Al Munafiqun ayat 4
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
Ayat ini membahas orang munafiq (apabila dibaca mulai ayat 1), orang munafiq lebih berbahaya dari orang kafir. Serigala berbulu domba.
So....
Apakah penafisiran pembaca buletin tersebut yang paranoid?
| darmogandul menulis: |
Kombinasi ayat-ayat Al Quran tersebut, ditambah lagi tulisan Ummu Akbar, JELAS MENSIRATKAN bahwa yang dimaksud "kafir" oleh penulis adalah orang-orang yang tidak mau menerima Islam sebagai kebenaran, termasuk di antaranya orang non-Muslim.
|
coba dilihat lagi, terjemah ayat yang sudah saya copy paste[/] kan.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Memang kalau kita perhatikan, Kafir atau Kufar berasal dr kata dasar yang terdiri dari huruf "Kaf"; "Fa"; dan "Ra". Arti dasar dari kata ini adalah "tertutup" atau "terhalang". Perkembangan makna dari istilah ini adalah : terhalang/tertutup dari petunjuk Tuhan. Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti petunjukNya karena petunjuk tersebut terhalang darinya atau diri sendirinyalah yang bersikap tertutup dari petunjuk tersebut. |
Bukankah orang non-Muslim itu juga dipandang "tertutup" bagi kebenaran Islam yang bersumber dari Al Quran?
|
Mereka menyerang Islam [i]nggak?
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Menurut orang Islam paling awampun (yang pernah mendengar, belajar, membaca) Sirah Nabawiyah, orang Kafir adalah orang yang tertutup dari dakwah Nabi Muhammad dan mereka memusuhi dan menghalangi dakwah tersebut. Dalam salah satu ayat Al Qur'an disebutkan bahwa mereka sebenarnya tahu kebenaran dakwah tersebut namun karena ego dan kedudukan mereka memusuhi dengan sengit. |
Orang Islam yang awam umumnya memandang bahwa non-Muslim itu ya kafir! Nggak usah sok mengklarifikasi, lha wong kenyataannya begitu.
Bukankah non-Muslim juga dipandang "tertutup"?
|
Bener neh....? di tempat saya , orang muslim bilang umat Kristen "orang Kristen atau juga orang non muslim", umat budha "wong budha", umat Hindu "wong Hindu".
Nggak usah sok menggeneralisasi.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Kafir disini adalah orang-orang Quraisy (suku nabi sendiri) yang begitu memusuhi dakwah nabi. |
Lha kafir Quraisy itu Muslim apa non-Muslim? Nampaknya anda yang harus diluruskan pemikirannya, bahwa kalau bicara non-Muslim itu tidak hanya Nasrani dan Yahudi saja, tetapi juga orang Buddha, Hindu, ateis, dan seterusnya.
|
Yang saya titik beratkan kan memusuhi dakwah nabi atau memusuhi Islam.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Pada waktu Nabi hijrah di Madinah dan mengadakan perjanjian dengan suku-suku yahudi walaupun mereka non muslim apakah suku-suku Yahudi yang terlibat perjanjian dengan Nabi disebut Kafir walaupun mereka non muslim ? Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Nabi apakah digolongkan sebagai kelas 2? tidak. Mereka mempunyai hak yang sama dan kewajiban yang sama dengan kaum muslim. Ini adalah suatu prestasi yaqng mengagumkan, dimana Nabi berhasil mendamaikan suku-suku di Madinah yang selama ini saling bertikai. |
Jika benar-benar setara, apakah Yahudi punya hak untuk menjadi pemimpin umat? |
Lha...., apa waktu di Madinah , Nabi Muhammad menjadi pemimpin umat Yahudi?
|
_________________ Jazz iku sawijining rasa, luwih tinimbang liane. jazz dudu musik ananging bahasa...
[Enos Payne] |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
aya_muaya
Anggota Beken


Sejak: 17 Jul 2007 08:01 am Posting: 7777 Lokasi: sEmArAng
|
|
|
|
|
um darmo, mbok ya dibaca sejarahnya futuh makkah... (bener gak ya tulisannya...) biar um darmo gak fasis..kok keliatannya malah um darmo yang fasis....
|
_________________ Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya." (Az Zukhruf 43:30) |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
darmogandul Peringatan: 2 Anggota Setia


Sejak: 08 Des 2006 11:44 pm Posting: 980
|
|
|
|
|
| dhimaz menulis: | | darmogandul menulis: |
Buletin Jum'at itu ditulis oleh Ummu Akbar, bukan Ust. Drs. H. Ru'yat Hamidi LC.
|
terimakasih atas koreksinya
| darmogandul menulis: |
Mengenai istilah "kafir", anggaplah anda benar,
|
ok, saya catat
| darmogandul menulis: |
itu tidak merubah pandangan saya terhadap tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at tersebut. Sebab yang saya permasalahkan bukanlah ideal penafsiran Islam, melainkan tulisan Ummu Akbar dalam buletin Jum'at di atas.
Seperti sudah saya tulis di atas, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran untuk membenarkan pandangan fasisnya itu. Dia mengutip Al Mumtahanah 60, An-Nisa 101 & 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 dan Al Munafiqun 4. Tentunya di rumah anda punya Al Quran, jadi cek saja sendiri. Saya kira saya tidak perlu menjabarkan satu-per-satu teks ayat tersebut.
|
Semua pandangan terhadap anda terhadap tulisan tersebut itu sepenuhnya hak anda. Tapi waktu menulis tentunya penulis berangkat dari ideal penfasiran Islam.
Ok, coba kita lihat :
1. QS Al Mumtahanah ada 13 ayat, ayat ke berapa yang dikutip?
2. QS An-Nisa 101 :
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
adalah kewajiban shalat dalam keadaan bagaimanapun
QS An-Nisa
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu , dan manusia dijadikan bersifat lemah.
tidak ada hubungannya dengan kafir dan non kafir, ayat tersebut membahas mengenai seseorang yang boleh menikahi budak bila telah cukup syarat-syaratnya.
QS Al Maidah 51
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Ini ayat yang paling sering disalahpahami dan dipelintir , kalau dalam intern ummat Islam masih ada pemimpin yang bagus dan amanah kenapa harus mengangkat pemimpin dari golongan lain?
Di negara cina, pemimpinnya adalah komunis. Di Amerika, pemimpinnya adalah kristen, di India pempinnya adalah Hindu, di Thailand pemimpinnya adalah budha, di Aceh waktu pilkada gubernurnya Muslim, di Bali waktu pilkada gubernurnya Hindu, di Papua waktu pilkada bisa dipastikan gubernurnya adalah Kristen.
Al Hujurat ayat 10
10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
ya pasti toh? sesama orang beriman bersaudara dan anjuran untuk bersilaturahmi sesama.
Al Munafiqun ayat 4
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
Ayat ini membahas orang munafiq (apabila dibaca mulai ayat 1), orang munafiq lebih berbahaya dari orang kafir. Serigala berbulu domba.
So....
Apakah penafisiran pembaca buletin tersebut yang paranoid?
| darmogandul menulis: |
Kombinasi ayat-ayat Al Quran tersebut, ditambah lagi tulisan Ummu Akbar, JELAS MENSIRATKAN bahwa yang dimaksud "kafir" oleh penulis adalah orang-orang yang tidak mau menerima Islam sebagai kebenaran, termasuk di antaranya orang non-Muslim.
|
coba dilihat lagi, terjemah ayat yang sudah saya copy paste[/] kan.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Memang kalau kita perhatikan, Kafir atau Kufar berasal dr kata dasar yang terdiri dari huruf "Kaf"; "Fa"; dan "Ra". Arti dasar dari kata ini adalah "tertutup" atau "terhalang". Perkembangan makna dari istilah ini adalah : terhalang/tertutup dari petunjuk Tuhan. Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti petunjukNya karena petunjuk tersebut terhalang darinya atau diri sendirinyalah yang bersikap tertutup dari petunjuk tersebut. |
Bukankah orang non-Muslim itu juga dipandang "tertutup" bagi kebenaran Islam yang bersumber dari Al Quran?
|
Mereka menyerang Islam [i]nggak?
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Menurut orang Islam paling awampun (yang pernah mendengar, belajar, membaca) Sirah Nabawiyah, orang Kafir adalah orang yang tertutup dari dakwah Nabi Muhammad dan mereka memusuhi dan menghalangi dakwah tersebut. Dalam salah satu ayat Al Qur'an disebutkan bahwa mereka sebenarnya tahu kebenaran dakwah tersebut namun karena ego dan kedudukan mereka memusuhi dengan sengit. |
Orang Islam yang awam umumnya memandang bahwa non-Muslim itu ya kafir! Nggak usah sok mengklarifikasi, lha wong kenyataannya begitu.
Bukankah non-Muslim juga dipandang "tertutup"?
|
Bener neh....? di tempat saya , orang muslim bilang umat Kristen "orang Kristen atau juga orang non muslim", umat budha "wong budha", umat Hindu "wong Hindu".
Nggak usah sok menggeneralisasi.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Kafir disini adalah orang-orang Quraisy (suku nabi sendiri) yang begitu memusuhi dakwah nabi. |
Lha kafir Quraisy itu Muslim apa non-Muslim? Nampaknya anda yang harus diluruskan pemikirannya, bahwa kalau bicara non-Muslim itu tidak hanya Nasrani dan Yahudi saja, tetapi juga orang Buddha, Hindu, ateis, dan seterusnya.
|
Yang saya titik beratkan kan memusuhi dakwah nabi atau memusuhi Islam.
| darmogandul menulis: |
| Kutipan: | | Pada waktu Nabi hijrah di Madinah dan mengadakan perjanjian dengan suku-suku yahudi walaupun mereka non muslim apakah suku-suku Yahudi yang terlibat perjanjian dengan Nabi disebut Kafir walaupun mereka non muslim ? Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Nabi apakah digolongkan sebagai kelas 2? tidak. Mereka mempunyai hak yang sama dan kewajiban yang sama dengan kaum muslim. Ini adalah suatu prestasi yaqng mengagumkan, dimana Nabi berhasil mendamaikan suku-suku di Madinah yang selama ini saling bertikai. |
Jika benar-benar setara, apakah Yahudi punya hak untuk menjadi pemimpin umat? |
Lha...., apa waktu di Madinah , Nabi Muhammad menjadi pemimpin umat Yahudi? |
Ya, anda benar soal kutipan ayat tersebut. Namun ada kesalahpahaman di sini, dan ini disebabkan karena anda tidak membaca langsung buletin ybs. Ummu Akbar TIDAK MENGUTIP AYAT-AYAT SECARA UTUH, melainkan hanya pada bagian tertentu saja yang ada kalimat "memusuhi orang kafir". Nanti akan saya tampilan hasil scan bagian-bagian tersebut.
Lagipula, persoalan yang anda tuduhkan itu, mengenai kontekstualisasi ayat, sudah saya singgung dalam topik yang saya tulis di atas:
"Untuk menjustifikasi pandangan sempitnya itu, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran. Antara lain adalah Al Mumtahanah 60, An-Nisa 101 & 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 dan Al Munafiqun 4. Penggalan-penggalan Al Quran tersebut sudah tentu “dipilih” Ummu Akbar seenak jidatnya sendiri, dengan tentunya mengabaikan konteks ayat tersebut dan ayat-ayat lain yang bernada toleran.
Dalam tulisannya, Ummu Akbar terlihat ingin membangun opini di kalangan pembaca Muslim bahwa umat Muslim itu adalah superior atas orang kafir (non-Muslim). Dan semua orang kafir itu adalah musuh Allah yang inferior baik di dunia maupun akhirat, sampai-sampai berteman dengan mereka pun tidak boleh. Hal ini dipertegas pada paragraf ketiga dalam tulisannya, “kita tidak boleh berteman dengan mereka, atau bahkan memberi bantuan walau hanya berupa dukungan moral, begitulah seharusnya sikap kita terhadap orang-orang kafir”. Lagi-lagi, tidak ada penjelasan sama-sekali orang kafir seperti apa yang wajib dimusuhi. Sehingga dari tulisannya itu tersirat bahwa seluruh orang kafir adalah musuh kaum Muslimin. Demikian pandangan Ummu Akbar yang memayungi dirinya dengan beberapa ayat Al Quran di atas. "
Btw, utk Al Mumtahanah yang dikutip Ummu adalah ayat pertama. "60" itu urutan surahnya.
|
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
fiy
Moderator of This Forum


Sejak: 18 Feb 2006 03:54 pm Posting: 6243 Lokasi: jak-sel
|
|
|
|
|
Oooh.. yaudah kalo si penulis asal motong2 ayat.
Tinggal tampilin ayat utuhnya,
tampilin ayat kalo Islam bertoleransi.
Kasih point of view tentang gimana seharusnya umat Islam kepada non-islam.
Selesai perkara 
|
_________________ Yg baru di Jepang:
- Kamen Rider
- Jadwal Terbit Komik |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
aya_muaya
Anggota Beken


Sejak: 17 Jul 2007 08:01 am Posting: 7777 Lokasi: sEmArAng
|
|
|
|
|
he eh, makanya aya ingetin um darmo biar baca sejarahnya futuh makkah...
|
_________________ Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya." (Az Zukhruf 43:30) |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
fiy
Moderator of This Forum


Sejak: 18 Feb 2006 03:54 pm Posting: 6243 Lokasi: jak-sel
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
aya_muaya
Anggota Beken


Sejak: 17 Jul 2007 08:01 am Posting: 7777 Lokasi: sEmArAng
|
|
|
|
|
ngetest nih...??
kalau gak salah yang kemenangan rasulullah siapa saja orang kafir yang masuk ke masjid, ke rumahnya sofyan maka akan selamat itu loh..
intinya mah, rasulullah masih menghormati pamannya meski dia kafir, dan masih menghormati orang kafir. kalau enggak, pasti mereka semua langsung dibantai kan...?? cmiiw... muhun petunjuk bagi yang lebih tahu,,,
|
_________________ Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya." (Az Zukhruf 43:30) |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
darmogandul Peringatan: 2 Anggota Setia


Sejak: 08 Des 2006 11:44 pm Posting: 980
|
|
|
|
|
@ Dhimaz:
| Kutipan: | | Semua pandangan terhadap anda terhadap tulisan tersebut itu sepenuhnya hak anda. Tapi waktu menulis tentunya penulis berangkat dari ideal penfasiran Islam. |
Sepertinya anda belum menangkap maksud saya. Dalam topik yang saya buat, saya mencermati tulisannya Ummu Akbar. Bukan persoalan "bagaimana Islam yang seharusnya". Ini berarti membuka ruang bagi anda dan siapapun Muslim di sini untuk setuju atau tidak setuju dengan pandangan Ummu Akbar. Mari kita bahas soal buletin Jum'at yang ditulis oleh Ummu Akbar. Benar salahnya tulisan beliau, kita perdebatkan di sini.
Jika anda berpendapat bahwa pandangan keislaman Ummu Akbar itu BENAR, maka itu sama saja anda berpendapat bahwa Islam itu fasis.
Dalam tulisannya, Ummu Akbar tidak mengutip ayat-ayat Al Quran secara utuh. Beliau hanya mengutip sebagian untuk menjustifikasi pandangan fasisnya. Itu kesalahan pertama.
Kesalahan kedua, dalam tulisannya, Ummu Akbar tidak menjelaskan orang kafir seperti apa yang harus dibenci. Maka ini berarti secara tersirat Ummu Akbar menganjurkan umat Muslim untuk membenci tiap orang kafir. Kalaupun maksud Ummu Akbar tidak seperti itu, maka beliau tetap saja salah dari segi penulisan. Tulisannya tidak lengkap dan belum matang. Ini fatal.
| Kutipan: | QS An-Nisa
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu , dan manusia dijadikan bersifat lemah. |
Mohon maaf, anda benar. Rupanya ada KESALAHAN CETAK pada buletinnya. Dalam buletin tersebut benar tertulis An Nisa ayat 28, namun isinya adalah ini:
"Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang Mukmin"
Berhubung ada masalah dengan photobucket saya, maka hasil scan saya tampilkan saya di blog saya:
http://ishaputra.multiply.com/photos/album/5/Buletin_Jumat_Annaafi#photo=1
Ini kesalahan ketiga, walaupun kesalahan teknis semacam ini bisa saya maklumi. Pada kutipan Qs. Al Mumtahanah juga tidak ditulis itu ayat 1, melainkan hanya ditulis angka 60. Padahal angka itu adalah urutan surahnya. Memang kacau balau kualitas penulisan buletin Jum'at Annaafi. Apalagi sampai salah dalam penulisan ayat, ini bisa fatal dan menyesatkan.
| Kutipan: | QS Al Maidah 51
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Ini ayat yang paling sering disalahpahami dan dipelintir , kalau dalam intern ummat Islam masih ada pemimpin yang bagus dan amanah kenapa harus mengangkat pemimpin dari golongan lain?
Di negara cina, pemimpinnya adalah komunis. Di Amerika, pemimpinnya adalah kristen, di India pempinnya adalah Hindu, di Thailand pemimpinnya adalah budha, di Aceh waktu pilkada gubernurnya Muslim, di Bali waktu pilkada gubernurnya Hindu, di Papua waktu pilkada bisa dipastikan gubernurnya adalah Kristen. |
Di negara demokrasi, ayat tersebut tidak berlaku. Karena konstitusi tidak bisa memandang calon presiden berdasarkan asal primordialnya seperti suku atau agama. Semua memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri asalkan memenuhi syarat objektif dan relevan dengan perihal kepemimpinan. Kecuali hanya untuk pemimpin umat/agama, yang memang seharusnya suatu umat beragama dipimpin oleh saudara seimannya. Kan lucu kalau ketua PGI ternyata orang Hindu, sementara ketua Walubi malah Islam.
| Kutipan: | Al Hujurat ayat 10
10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
ya pasti toh? sesama orang beriman bersaudara dan anjuran untuk bersilaturahmi sesama. |
Ya, benar. Namun permasalahannya, sdr Ummu Akbar cuma menulis sepenggal saja:
"Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara".
Ditambah sepenggal Qs. Annisa 101:
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kalian"
Semua itu mengesankan fasisme. Ditambah lagi Ummu Akbar tidak menjelaskan Muslim seperti apa yang mesti dianggap saudara dan kafir apa yang dianggap Musuh. Makanya saya bilang di atas, yang saya persoalkan adalah pandangan fasis Ummu Akbar yang mencari justifikasi ayat-ayat Al Quran.
|
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
Liza Azdad
Anggota Beken


Sejak: 12 Apr 2005 12:14 pm Posting: 3562 Lokasi: Blora, Jawa Tengah
|
|
|
|
|
sorry neh...intermezzo...
saya kog merasa Darmo fasis...karena merasa pemikirannya lah yang paling benar dibanding pemikiran AKers di sini 
|
_________________ Looking to My Heart |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
|
|
|