| Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya |
| Pemasang |
Pesan |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
Pengantar Iqbal.
Allama Muhammad Iqbal
Filsuf Agung dari Timur
<img src="http://thm-b.search.vip.re2.yahoo.com/image/551662788">
Iqbal, atau lengkapnya Sir Allama Muhammad Iqbal, adalah fenomena legendaris intelektualisme dunia Islam di abad ke-20. Bisa dikatakan, tak ada tokoh sebesar dirinya pada abad ke-20 yang menggabungkan sekaligus potensi kepakaran mistisisme, budaya, dan pemikiran dalam dirinya. Bahkan, tokoh sufi dan Islamolog Jerman ternama yang baru meninggal akhir Januari lalu, Prof Annemarie Schimmel, hanya menyebut dua sufi dan pemikir besar Muslim yang pemikiran dan karyanya sampai kini berpengaruh besar di dunia keilmuan Barat, yakni Jalaluddin Rumi dan Muhammad Iqbal.
Muhammad Iqbal dilahirkan di Sialkot, Punjab, Pakistan. Tidak ada informasi pasti tanggal dan tahun berapa ia dilahirkan. Tiga pendapat menyatakan, Iqbal dilahirkan pada 22 Februari 1873, antara lain dikemukakan oleh Miss-Luce Claude Maitre, Osman Raliby, dan Bachrum Rangkuti. Yang kedua menyatakan Iqbal lahir pada 1876, tanpa menyebut tanggal, misalnya dikatakan Wilfred Cantwell Smith. Dan pendapat terakhir, Iqbal dilahirkan pada 9 November 1877 (2 Dzulqa'dah 1294). Tetapi, seperti diungkapkan Syafi'i Ma'arif, dari penelitian terakhir terungkap, pendapat terakhirlah yang benar, dan bukan 22 Februari 1873, sebagaimana yang sering disebut orang. Karena itu, bila orang ingin memperingati hari kelahiran Iqbal, haruslah disesuaikan dengan hasil penelitian yang baru itu.
Terlahir dari keturunan Brahmin yang hidup di lembah Kashmir, keluarga Iqbal telah memeluk agama Islam sejak awal. Iqbal melalui masa kecilnya dalam suasana keilmuan yang amat kental. Kakeknya, Muhammad Rafiq, adalah seorang sufi terkenal. Sementara ayahnya, Muhammad Nur, selain orang yang saleh juga seorang sufi yang telah mendorong Iqbal menghafal dan mengkaji Alquran sejak usia dini. Kecenderungan spiritual yang tinggi dalam keluarganya, terutama kedua orang tuanya inilah, yang kelak berpengaruh besar pada diri Iqbal. Tidak seperti para pemikir di masa klasik, Iqbal dapat menikmati kehidupan bahagianya bersama kedua orang tuanya hingga tua. Maklum saja, ayahnya meninggal pada 1930 dalam usia yang amat senja, 100 tahun. Sementara ibunya meninggal lebih dulu, 16 tahun sebelumnya. Itu berarti hingga usia ke-57, Iqbal masih merasakan keberadaan kedua orang tua di sisinya.
Sebelum menempuh pendidikan formal, ayah Iqbal memasukkan Iqbal kecil ke Maktab (Surau) untuk belajar Alquran. Di sini, Iqbal banyak menghafal hampir keseluruhan ayat Kitab Suci Islam ini, yang kelak di kemudian hari ia jadikan rujukan gagasan dan pemikirannya. Dari sini Iqbal kemudian dimasukkan pendidikan formal sekolah dasar di Scottish Mission School Sialkot. Setamat dari sini, Iqbal melanjutkan studi di Murray College Sialkot. Sementara pendidikan menengah ia tempuh di Government College di Lahore, salah satu kota pusat pengetahuan, seni dan kebudayaan di India. Di lembaga studi ternama inilah, ia berguru pada Sir Thomas Arnold, seorang orientalis asal Inggris yang juga guru besar di Aligarh University. Melihat potensi yang besar pada anak didiknya inilah, Arnold menyarankan agar Iqbal meneruskan studinya di Eropa.
Ketika belajar di Lahore ini pula, Iqbal berkenalan dengan musya'arah para sastrawan, yaitu pertemuan-pertemuan para sastrawan yang membacakan sajak-sajaknya. Pada tahun 1897 Iqbal menyelesaikan program BA dan dilanjutkan ke program Master dalam bidang Filsafat. Atas saran Arnold tadi, Iqbal lalu melanjutkan studi ke Inggris. Pada tahun 1905, berangkatlah Iqbal ke Cambridge University untuk mendalami filsafat. Di sana ia dibimbing oleh RA Nicholson, seorang spesialis sufisme dan John ME Taggart, seorang neo-Hegelian. Dua tahun kemudian, Iqbal pindah ke Munich, Jerman dan di sanalah Iqbal menyabet gelar PhD dalam studi Tasawuf dengan mengajukan disertasi berjudul The Development of Metaphysics in Persia.
Setelah mendapat gelar tersebut, Iqbal pergi ke London dan mulai belajar keadvokatan sambil mengajar bahasa dan sastra Arab di Universitas London. Di sisi lain, ia menggantikan Thomas Arnold yang telah lanjut usia. Di luar aktivitas akademis, Iqbal, sebagaimana ditulis Muhammad Iqbal dalam skripsinya Rekonstruksi Pemikiran Islam (1994), juga mendalami hukum Islam dan keadvokatan. Bahkan, setelah mendapat ijazah sebagai advokat, Iqbal kemudian ditarik oleh Lincoln Inn sebagai pengacara di lembaga hukum yang dipimpinnya.
Kembali ke Lahore
Masa-masa periode di Eropa ini ternyata sangat berpengaruh dalam membentuk tipologi pemikiran keislaman Muhammad Iqbal. Seperti dicatat Wilfred Cantwell Smith dalam Modern Islam in India (Pricenton, New Jersey: 1957), setidaknya ada tiga hal mendasar yang mempengaruhi pemikiran Islam Iqbal ketika di Eropa. Pertama, keluasan vitalitas dan aktivitas kehidupan orang Eropa; inisiatif orang-orang di Eropa yang dilihatnya, bila mereka tak menyenangi sesuatu, mereka akan mengubahnya.
Kedua, Iqbal menangkap visi yang sangat mungkin dikembangkan dalam kehidupan manusia, suatu potensi yang orang-orang Timur sendiri belum memimpikannya, sementara orang Barat telah mewujudkannya dan ingin memeliharanya secara terus menerus. Dan terakhir, Iqbal mengkritik secara tajam terhadap bagian-bagian tertentu kehidupan Eropa, yang menyebabkan pribadi terpecah. Jiwa frustasi dan rusaknya sebagian individu dalam masyarakat kapitalis yang makmur, dan lebih buruk lagi, kompetisi yang buas antar-sesama manusia, serta lebih nyata lagi, destruktifnya antara satu negara dengan negara lainnya, dipandang Iqbal dengan perasaan benci. Atas fakta-fakta inilah, antara lain Iqbal melihat kehidupan Eropa tidak bisa dijadikan sebagai sebuah model yang sempurna.
Pada tahun 1908, ia kembali ke Lahore dan mengajar di Government College untuk mata kuliah filsafat dan sastra Inggris sambil menggeluti profesi sebagai pengacara. Iqbal kemudian terjun di bidang politik dan bahkan menjadi tulang punggung Partai Liga Muslim India. Ia terpilih menjadi anggota legislatif Punjab dan tahun 1930 terpilih sebagai Presiden Liga Muslim. Karir Iqbal semakin bersinar dan namanya pun semakin harum ketika dirinya diberi gelar Sir oleh pemerintah kerajaan Inggris di London atas usulan seorang wartawan Inggris yang aktif mengamati sepak terjang Iqbal di bidang intelektual dan politik. Pada hakikatnya, pemberian gelar ini menunjukkan pengakuan dari pemerintah kerajaan Inggris akan kemumpunian intelektualitasnya dan memperkuat bargaining position politik bagi perjuangan umat Islam di India saat itu.
Iqbal yang juga turut mengilhami berdirinya negara Pakistan melalui gagasan dan karyanya itu, mengabdikan dan mendedikasikan dirinya pada dunia ilmu. Setelah sekian tahun menerjunkan diri pada dunia politik dan ilmu di kampus, Iqbal menghabiskan sisa usia dengan memilih dunia kepenyairan sebagai pilihannya. Di titik inilah, ia menunjukkan dirinya sebagai penyair sejati.
Sebagai pemikir dan penyair, Iqbal tergolong produktif melahirkan karya. Puluhan karya, sebagian diterjemahkan berbagai bahasa seperti Inggris, Urdu, Prancis, Jerman, Arab, dan Indonesia, antara lain; 'Ilm al Iqtishad, Development of Metaphysics in Persia, A Contribution to the History of Muslim Philosophy, Zaboor I Ajam (Kidung Persia), Asrar I Khudi, Payam I Masyriq (Pesan dari Timur), Khusal Khan Khattak, Runuz I Bekhudi (Rahasia Peniadaan Diri), Javid Namah (1923), Pas Chi Bird Kard ay Aqwam-i Syarq, Musafir (1933), The Reconstruction of Religious Thought in Islam, dan Armaqhani Hijaz, yang merupakan karya terakhir Iqbal dan terbit pada November 1938, beberapa bulan setelah wafatnya.
Iqbal, penyair dan filsuf Timur, yang meninggal dunia pada 21 April 1938, telah mengukir hidupnya sedemikian rupa hingga akan dikenang umat manusia ratusan tahun yang akan datang, sebab seluruh karyanya dalam bentuk puisi dan prosa dalam bahasa Urdu, Parsi, dan Inggris telah terdokumen dengan baik. Intelektualisme Iqbal dapat ditinjau dari berbagai jurusan: puisi, filsafat, hukum, pemikiran Islam, dan kebudayaan.
Dalam semua wilayah itu, Iqbal telah mengerahkan hampir seluruh energinya dengan tujuan tunggal: reorientasi nilai-nilai kemanusiaan, Timur dan Barat, dengan landasan tauhid yang teramat kokoh. Peradaban Barat, sekalipun dalam beberapa segi dikaguminya, dalam perspektif moral transendental sudah sangat jauh meluncur ke jurang berbahaya. Sementara Timur yang terpasung dalam spiritualisme, telah lama pula dalam keadaan steril tanpa dinamika. Lalu untuk membangun sebuah peradaban baru yang anggun dan segar diusulkannya agar Barat dan Timur dipertautkan dengan mengawinkan penalaran (ziraki) dan cinta ('isyq). hery sucipto
Republika
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
<img src="http://www.ekuator.com/cover/z-muhammad%20iqbal.jpg">
Penulis : Ali Khamene'i, Ali Syari'ati, Murtadha Muthahhari
Cetakan : I, November 2002
Jumlah Halaman : 172
Penerbit : Al Huda
Harga Toko : Rp 14.600
Harga Ekuator : Rp 10.950
Discount : 25 %
ISBN : 979-97120-3-3
Puisi dan filsafat Iqbal bertujuan memanusiakan dunia, sangat kaya akan tema-tema signifikan kemanusiaan dan sosial, seperti misi ilahiah Nabi Islam, pesamaan manusia, doktrin Quran mengenal menilai seseorang berdasarkan kepada ketakwaan dan masih banyak laig isu-isu serupa yang mengindikasikan perhatiannya kepada nilai-nilai yang lebih tinggi dan pelayanan umat manusia. Kita tidak dapat mempropagandakan gagasan-gagasan ini di dalam negeri Islam tanpa mempopulerkan dan menyebarkan karya-karya Iqbal."
'Ali Khamene'i
"
Dia menganggap rekonstruksi pemikiran keagamaan akan sia-sia apabila tidak diikuti dengan kebangkitan spiritualisme Islam. Iqbal bukan hanya seorang pemikir, tetapi juga figur yang penuh aksi, yang percaya akan perjuangan praktis. Ia bangkit melawan kolonialisme dan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa dia adalah salah seorang pendiri Negara Islam Pakistan."
Murtadha Muthahhari
"Muhammad Iqbal bukan hanya seorang mistikus Muslim yang hanya peduli dengan mistisisme atau makrifat seperti al-Ghazali, Muhyidin ibn Arabi, dan Rumi. Mereka menekankan evolusi individual, penyucian jiwa dan diri batin tercerahkan. Mereka hanya mengembangkan dan melatih sejumlah kecil orang seperti mereka sendiri. Tetapi jumlah terbanyak tetap melupakan dunia luar, bahkan hampir tidak menyadari serangan Mongol dan kelanjutan pemerintahan despotik serta penindasan rakyat."
Ali Syari'ati
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
<img src="http://www.ekuator.com/cover/b-rekonstruksi_pemikiran_iqbal.jpg">
Judul :Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam
Penulis : Muhammad Iqbal
Cetakan : I, April 2002
Jumlah Halaman : 292
Penerbit : Lazuardi
Harga Toko : Rp 34.000
Harga Ekuator : Rp 27.200
Discount : 20 %
Muhammad Iqbal (Sialkot, 1877-1938) -- penyair, filsuf, pengacara -- dikenal luas sebagai Bapak Spiritual Pakistan. Pidatonya di Liga Muslim pada thaun 1930, telah membantu meluncurkan gerakan yang bertujuan untuk membagi Asia Selatan jajahan Inggris ke dalam dua negara, Pakistan-Muslim dan India-Hindu yang sama-sama berdaulat. Di dunia politik, Iqbal juga dikenal sebagai ''ruh'' penggerak modernisme Islam di Asia Selatan.
Dalam buku yang menjadi magnum opusnya ini, Iqbal melancarkan kritik tajam terhadap kekakuan penafsiran keagaman tradisional dan menyerukan suatu penekanan baru terhadap konsep ''pergerakan'' dalam penafsiran Islam.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
<img src="http://www.ekuator.com/cover/m-muhammad_iqbal.jpg">
Judul :Seri Tokoh Filsafat : Muhammad Iqbal
Penulis : Donny Gahral Adian
Cetakan : I, April 2003
Jumlah Halaman : 111
Penerbit : Teraju (Mizan Grup)
Harga Toko : Rp 15.000
Harga Ekuator : Rp 13.500
Discount : 10 %
Saat dunia Islam semakin terpuruk dalam jurang mistisisme dan konservatisme yang antiperubahan, lahirlah seorang filosof-penyair: Sir Muhammad Iqbal. Kemunculan Iqbal ibarat mekarnya kuncup teratai di tengah kesunyian telaga. Beliaulah yang berhasil merajut dengan cantiknya khazanah pemikiran Barat dan Islam guna menyegarkan kembali dunia pemikiran Islam. Sikap yang patut ditauladani. Iqbal tidak berapologi di hadapan pemikiran Barat, namun tidak juga melepaskan baju keislamannya. Sederet nama besar dari Timur ke Barat tuntas dijelajahinya: Al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Al Ghazali, Nietzsche, Kant, Bergson, dan Hegel. Usaha yang tidak sia-sia. Karya besarnya The Reconstruction of Religious Thought in Islam menjadi inspirasi bagi sebagian besar generasi muda Islam yang mendambakan pemikiran Islam yang lebih inklusif, terbuka, dan pluralis. Sikap pluralis Iqbal juga bisa disimak dalam syair-syairnya seputar persahabatan Hindu-Muslim seperti Tarana-I-Hindi (Nyanyian dari India), Hindustani Bachon Ka Qawmi Git (Musik Nasional Anak-Anak India), dan Naya Shiwala (Kuil Baru).
Donny Gahral Adian, 28 tahun adalah master filsafat dari Universitas Indonesia. Pekerjaan akademisnya adalah mengajar filsafat di Universitas Indonesia dan Universitas Bina Nusantara. Kini sedang sibuk menyunting dan menulis naskah-naskah filsafat bagi penerbit TERAJU. Selain itu, tentu saja meneruskan hobinya menulis untuk media massa.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
<img src="http://www.mizan.com/images/cover/872.jpg">
Judul :Metafisika Persia
Suatu Sumbangan untuk Sejarah Filsafat Islam
Penulis: Muhammad Iqbal
Penerbit : MIZAN
Dewasa ini telah muncul kesadaran tentang perlunya penamaan kembali intelektualisme - dengan tradisi filsafat sebagai salah satu unsurnya - di kalangan kaum Muslim. Hal ini memang mutlak diperlukan jika kaum Muslim hendak ikut berkiprah dalam mencari alternatif (Islami) bagi sistem-sistem yang ada dan yang telah menunjukkan banyak bukti kegagalannya. Tradisi intelektualisme ini jugalah yang akan mampu menerobos jalan buntu yang sering menghadang aktivisme kaum Muslim. Di samping itu, tradisi metafisika Persia pasca-Ibn Rusyd adalah mitos belaka. Terbukti bahwa justru di kurun itulah mazhab filsafat yang lebih memenuhi syarat untuk disebut sebagai filsafat Islam - via a vis filsafat Islam hingga Ibn Rusyd yang amat kental dipengaruhi oleh filsafat Yunani - tumbuh dengan subur.
Buku ini merupakan dokumen penting perkembangan pemikiran salah seorang pemikir terbesar dalam masa modern. Sesungguhnya tidak ada suatu studi yang utuh atas pemikiran-pemikiran Iqbal tanpa pembacaan atas karyanya ini. Itulah sebabnya maka kami merasa perlu untuk memuatkan tulisan Manzhoor Ahmad, "Metafisika Persia dan Iqbal", sebagai kata pengantar. Tulisan Manzhoor Ahmad ini bukan saja mencoba melacak peranjakan pemikiran Iqbal dari karyanya ini sebagaimana ternyata dalam bukunya yang amat terkenal - dan dapat dianggap mewakili pemikirannya setelah mencapai kematangan - yakni, The Reconstruction of Religious Thought in Islam, tetapi melangkah lebih jauh melakukan studi kritis terhadap skala dan jelajah peranjakan tersebut.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
seadiva
Anggota Beken


Sejak: 10 Agt 2004 12:33 pm Posting: 3483 Lokasi: In memoriam Monkey Hills CO6. 1984-2004. Korban penggusuran....kejam sekali.
|
|
|
|
|
Mbak sebaiknya baca buku yang mana dulu nih untuk mengenal Muh. Iqbal??
|
_________________ Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya harus melindungi kebebasan berfikir dan berkepercayaan
Murtadha Muthahari
www.nonibeen.blogspot.com |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
Yang seri tokoh filsafat, karena biasanya bersifat pengantar
dan bahasanya lebih sederhana, konsep2 abstrak biasanya
di "cairkan" agar pemula tidak berkerut.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
<img src="http://www.mizan.com/images/cover/934.jpg">
Judul :Pesan Kepada Bangsa-bangsa Timur
(Kumpulan Sajak Iqbal)
Penulis: Muhammad Iqbal
Penerbit ; MIzan
Iqbal, tak dapat dimungkiri, adalah seorang penyair dan pemikir Muslim abad ke-20, yang paling banyak dipelajari di Barat maupun di Timur.
Di samping karya monumentalnya, The Reconstuction of religious Thought in Islam (Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam), kumpulan sajak ini amat pantas kita simak. Sajak-sajak ini lahir dari kecemasan seorang anak manusia tentang masa depan peradaban bangsanya. Di beberapa bagian sajaknya, tampak jelas peringatan Iqbal kepada bangsa-bangsa Timur mengenai bahaya atau ancaman peradaban Barat yang materialistis dan berdasarkan rasio semata itu.
Buku ini dibuka dengan pengantar panjang oleh penerjemahnya - yakni Abdul Hadi W.M., salah seorang penyair terkemuka negeri ini yang pada tahun Oktober 1985 menerima hadiah sastra ASEAN (SEA Write Award) - mengenai garis besar makna sajak, dan catatan-catatan yang kaya sebagai rujukan. Hasilnya tak cuma kumpulan sajak yang menggugah dan penuh pesona semata yang tampil, melainkan juga kedalaman maksud-maksud pemikiran sang penyair-pemikir ini.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
seadiva
Anggota Beken


Sejak: 10 Agt 2004 12:33 pm Posting: 3483 Lokasi: In memoriam Monkey Hills CO6. 1984-2004. Korban penggusuran....kejam sekali.
|
|
|
|
|
Thx Mbak Ari.
|
_________________ Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya harus melindungi kebebasan berfikir dan berkepercayaan
Murtadha Muthahari
www.nonibeen.blogspot.com |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
tezar
Moderator of This Forum


Sejak: 10 Jun 2004 11:29 am Posting: 7811 Lokasi: Baker Street 221B
|
|
|
|
|
kayaknya yang buku-buku lama udah nggak ada di toko buku dech
|
_________________ c'est la vie
 |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
seadiva
Anggota Beken


Sejak: 10 Agt 2004 12:33 pm Posting: 3483 Lokasi: In memoriam Monkey Hills CO6. 1984-2004. Korban penggusuran....kejam sekali.
|
|
|
|
|
Tapi kayaknya yg seri filsuf terbitan Mizan aku lihat di mana yah??? Ntar di Yogya Book Fair lagi...yaaahhhhh.....
|
_________________ Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya harus melindungi kebebasan berfikir dan berkepercayaan
Murtadha Muthahari
www.nonibeen.blogspot.com |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
seadiva
Anggota Beken


Sejak: 10 Agt 2004 12:33 pm Posting: 3483 Lokasi: In memoriam Monkey Hills CO6. 1984-2004. Korban penggusuran....kejam sekali.
|
|
|
|
|
nyari di toko buku deket kos yang dapet malah Mulla Shadra dari seri Tokoh Filsafat....^_^
|
_________________ Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya harus melindungi kebebasan berfikir dan berkepercayaan
Murtadha Muthahari
www.nonibeen.blogspot.com |
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
Pasingsingan Peringatan: 1 Anggota Beken


Sejak: 26 Feb 2003 12:53 pm Posting: 6600 Lokasi: Lembah Hunza
|
|
|
|
|
Good review, thank's ari
setidaknya melalui karya "Reconstruction-nya" yng pernah saya baca
gagasan Iqbal dlm menawarkan kesegaran kredo pemikiran "Spirit of Islam"
dari sisi tinjauan filosofis ada sisi yng serasa direfresh oleh beliau, boleh jadi
dari sisi substansinya tidak terlalu bertolak belakang dng filsuf2 pendahulunya
pada penghujung paruh abad pertengahan spt Fachrurazi ataw Mulla Sadra misalnya
tetapi dng latar belakang pergolakan pemikiran abad 20 dng berbagai carut marutnya
Iqbal serasa menemukan momentum dlm perspektif yng lebih luas serta trend yng baru
Dibanding Muhammad Baqir As-Sadr dlm "Falsafatuna-nya" pun Iqbal masih memiliki
daya tarik dlm menawarkan pendekatan n solusi, Baqir As-Sadr sekedar mengajak kaji
ulang thd pelangi pemikiran dari masa kemasa seraya menyodorkan konsep pemikiran
Mulla Sadra yng coba direaktualisasikan pada jamannya, dus tidak mencerminkan titik
singgung antara kutub pemikiran Barat-Timur, itulah barangkali bedanya dng Iqbal
boleh dibilang ada kemiripan dng "Rethinking-nya" Ali Syari'ati, meski konsep
Syari'ati tidak dng serta merta dapat terlepas dari prinsip walayah n Imamah, mengingat
latar belakang Syiahnya yng cukup militan, meski lama hidup dipengasingan (Eropa)
barangkali kesamaannya adalah sama2 aktor/garda depan penggerak Revolusi dinegerinya
masing2, terlalu sayang karya2 Iqbal dilewatkan untuk tidak parkir dirak buku kesayangan
tentunya bagi penggemar n pemerhati carut marutnya dunia pemikiran dlm khasanah Islam
ehem ... ehemm, kyaknya perlu dibaca ulang neh 
|
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
Ada beberapa kritik Iqbal terhadap umat Muslim :
1. Taklid dan jumud
2. Mazhab minded
3. Eskapisme dan sikap fatalistik dalam tasawuf
Hipotesisnya terhadap kemunduran umat Muslim (sebab2 internal)
(dengan tambahan poin2 diatas) :
1. Runtuhnya Baghdad sebagai pusat peradaban Islam
2. Penolakan terhadap rasionalisme Mu'tazilah
(dititikberatkan pada "nalar" Mu'tazilah dalam menangkap
esensi AQ)
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
ariadna
Anggota Beken


Sejak: 14 Des 2003 04:39 pm Posting: 5461 Lokasi: Shangri-La
|
|
|
|
|
Silakan mereferensikan buku2 yang mengkritisi
atau menolak gagasan Iqbal.
|
_________________
moon river, wider than a mile...
http://meiditami3.blogspot.com/
|
|
| Kembali ke Atas |
|
 |
|
|
|